'Saya sudah bayar Rp 3 juta, tapi website-nya tidak bisa dibuka di HP.' 'Developer-nya tidak bisa dihubungi lagi setelah selesai.' 'Website saya tidak pernah muncul di Google meski sudah setahun.' Cerita-cerita seperti ini terlalu sering kami dengar dari pemilik UMKM yang kecewa.
Memilih jasa web yang tepat bukan soal harga termurah atau tampilan portofolio paling keren. Ada 7 hal krusial yang harus Anda cek sebelum mempercayakan website bisnis Anda kepada seseorang.
Minta link website yang pernah mereka buat dan kunjungi sekarang. Jangan hanya lihat screenshot. Cek: apakah website-nya masih aktif dan bisa diakses? Apakah loading-nya cepat? Apakah tampilannya profesional di laptop dan di HP Anda? Kalau portofolio tidak bisa dikunjungi, itu red flag besar.
Lebih dari 65% traffic website di Indonesia berasal dari smartphone. Website yang tidak mobile-friendly bukan hanya buruk untuk pengunjung, tapi juga dihukum Google — artinya tidak akan muncul di halaman pertama pencarian. Buka portofolio mereka di HP Anda. Apakah teksnya bisa dibaca? Apakah tombolnya mudah diklik jari? Apakah semua gambar tampil dengan benar?
Ini yang paling sering diabaikan dan paling menyakitkan kalau salah. Tanyakan secara eksplisit: 'Setelah proyek selesai, apakah saya mendapat akses penuh ke semua file website, akun hosting, dan domain?' Beberapa developer tidak jujur soal ini dan menjadikan ketergantungan klien sebagai sumber income tambahan — Anda terpaksa terus bayar mereka untuk perubahan kecil sekalipun.
Buka salah satu website di portofolio mereka, lalu buka GTmetrix.com atau PageSpeed.web.dev dan masukkan URL-nya. Lihat skor Performance-nya. Di atas 80 adalah standar minimal yang baik. Di bawah 50 adalah masalah serius yang akan merugikan bisnis Anda. Website lambat kehilangan 40% pengunjung bahkan sebelum halaman selesai dimuat.
Seberapa banyak revisi yang termasuk dalam harga? Apa yang terjadi kalau ada bug setelah website diluncurkan? Ada support berapa lama? Semua ini harus tertulis jelas di proposal atau kontrak, bukan hanya janji lisan. Developer yang profesional tidak akan ragu menuliskan ini semua secara tertulis.
Harga awal yang tertera seringkali belum termasuk domain, hosting, plugin premium, atau konten. Minta breakdown biaya lengkap — termasuk biaya tahunan yang perlu Anda bayar ke depannya. Developer yang jujur akan menjelaskan semua ini di awal, bukan setelah Anda sudah bayar setengahnya.
Kirim pesan ke developer tersebut dan perhatikan: seberapa cepat mereka merespons? Seberapa jelas penjelasan mereka? Apakah mereka mengajukan pertanyaan untuk memahami kebutuhan Anda, atau langsung kasih penawaran? Cara mereka berkomunikasi sebelum kontrak adalah cerminan bagaimana mereka akan bekerja selama proyek berlangsung.
Developer yang baik akan banyak bertanya sebelum memberi harga: apa tujuan websitenya? Siapa target audiensnya? Fitur apa yang dibutuhkan? Kalau langsung kasih harga tanpa banyak tanya — hati-hati.
Kami percaya transparansi adalah fondasi kepercayaan. Hubungi kami dan rasakan sendiri perbedaannya.
Hitung Harga Sekarang →